Loading...

Jumat, 15 Oktober 2010

analisis novel

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang masalah
Karya sastra hadir sebagai refleksi kehidupan masyarakat. Karya sastra merupakan cermin dari masyarakat yang akan terus mewakili situasi dan keadaan sekitarnya. Karya sastra yang bagus adalah karya sastra yang mampu merefleksikan zamannya. Sehingga karya sastra itu sebagi dokumen yang dapat dilihat dan dinikmati sepanjang zaman. Oleh karena itu karya sastra harus berkembang sesuai dengan keinginan masyarakat sebagi pembaca dan konsumen sastra, hal ini sesuai dengan yang di kemukakan oleh Suwardi Edraswara (2004 : 77) kehidupan social akan menjadi picu lahirnya karya sastra. Karya sastra yang berhasil atau sukses yaitu yang mampu merefleksikan zamannya. dan juga dikatakan oleh Junus (1988:3) karya sastra dilihat sebagi dokumen sosiobudaya suatu masyarakat pada masa tertentu.
Dalam sosio budaya sastra menurut Sapardi Djoko Damono (1979:2) ada dua kecendrungan yang utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Pertama pendekatan ini bergrerak dari factor-faktor diluar sastra untuk membicarakan sastra, sastra hanya berharga dalam dalam hubungannya dengan factor-faktor diluar sastra itu sendiri. Jelas bahwa dalam pendekatan ini teks sastra tidak dianggap utama, hanya merupakan epiphenomenon(gejala kedua).
Kedua pendekatan yang mengutamakan teks sastra sebagi bahan penelaah. Teks dijadikan sebagai bahan analisis untuk mengetahui dan menemukan struktur atau aspek sosiologis yang ada dalam teks sastra yang kemudian dijadikan sebagai bahan untuk memahami gejala social yang ada diluar teks sastra.
Dalam analisis ini, penulis mencoba untuk mengulas problematika sosiologis dan status social yang terkandung dalam Novel “ Don’t Touch Me!” karya Roidah, yang menggambarkan bagaimana kehidupan seorang pemuda yang dengan gaya hidup yag berfoya-foya yang menggaet beberapa gadis yang diinginkannya. Banyak gadis yang telah menjadi korban permaianan percintaannya, yang menunjukkan bahwa seorang lelaki yang dalam kehidupan yang mewah yang segala sesuatunya telah tercukupi, yang pada akhirnya juga, ia iatuh cinta pada seorang gadis desa yang masih kuno. Ben menjadikan gadis kuno yang bernama lindi ini dijadikan taruhan dengan ganknya. Karena merasa bahwa dia bisa menaklukkan siapa saja gadis cantik yang yang lihat.
Dalam novel ini bisa dilihat bagaimana kehidupan orang yang bersetatus social tinggi. Dan bagaimana kehidupan orang yang bersetatus social rendah. Seorang pemuda yang bernama Ben bersetatus social tinggi dan seorang gadis yang bernama lindi bersetatus social rendah yang akan menimbulkan problem social dalam kehidupan mereka.
Karya sastra novel yang berjudul “ Don’t Touch Me!” ini memang adalah berupa fiksi tetapi ini merupakan kehidupan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam novel ini seakan-akan memperlihatkan fakta dari sebuah kehidupan. Sebagai mana yang di ungkapkan oleh Nyoman Kutha Ratna ( 2003 : 48) unit-unit wacana dalam dalam fiksi pun mesti dipahami sebagai wacana social, bukan rekaan pengarang belaka, yang sama sekali terlepas dari akar sosialnya. Dalam narasi fiksi, wacana tidak dianggap bahasa biasa, tetapi ekspresi material-material cultural, wacana sebagai komunikasi verbal.

1.2.Rumusan masalah
Dalam analisis ini penulis merumuskan masalah sebagi berikut :
1. siapa nama-nama tokoh dalam novel yang dianalisis.?
2. bagaimana problem social tokoh dalam novel.?
3. bagaimana status social dalam novel ?
4. peristiwa apa saja yang terjadi dlam novel ?
Lingkup penelitian
1.Problematika social tokoh dalam Novel don’t Touch Me!
2.status social tokoh-tokoh dalam novel
3.tokoh-tokoh yang hanya disebutkan dalam pembahasan yang diangap mewakili analisis ini.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.Sosiologi Sastra
Karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati, dipahami dan dianfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan itu sendiri adalah anggota masyarakat, ia tidak terikat oleh status social tertentu. Sastra adalah lembaga social yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan social sastra menampilkan gambaran kehidupan dalam kehidupan itu sendiri adalah kenyataan social.
Mencermati uraian diatas karya sastra itu pasti berhubungan dengan masyrakat dan dalam hal ini seperti apa yang dikatakan oleh Rene Welk dan Austin Waren (1995: 111) sosiologi sastra dapat diklasifikasikan pertama adalah sosiologi pengarang, profesi pengarang dan institusi sastra. Masalah yang berkaitan disini adalah dasar ekonomi produksi sastra, latar belakang social, status pengarang dan ideologi pengarang yang terlihat dari berbagi kegiatan pengarang diluar karya sastra. Yang kedua adalah isi karya sastra, tujuan serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah social. Yang ketiga adalah permasalahan pembaca dan dampak social karya sastra.
Damono (1987 : 6) disini sosiologi mencari ilmu bagaiana masyarakat itu dimungkinkan, bagaimana masyrakat itu berlangsung dan bagaimana masyarakat itu tetap eksis. Dengan mempelajari lembaga-lembaga social disegala permasalahan, seperti perekonomian, politik, keagamaan bisa diketahui gambaran tentang cara-cara manusia mennyesuaikan diri dengan lIngkungannya. Proses sosialisasi, proses perbudayaan yang menempatkan anggota masyarakat ditempatnya masing-masing.
Seperti halnya sosiologi sastra pun berurusan dengan manusia dalam masyarakat yaitu bagaimana usaha mausia untuk beradaptasi dengan ligkungan masyarakat ia tingal dan upaya apa yang dilakuakan manusia untuk meguah masyarakat itu. Oleh karena itu dalam hal isi atau problema antara sosiologi dan sastra tidak ada edanya. Konsentrasinya tetap pada masyrakat sebagi obyak kajianya.
Jadi kesimpulan yang bisa dijtarik sosiologi dalah suatu ilmu yang konsentrasinya pada masyarakat sedangkan sastra itu sendiri dalam reaksinya pengarang tidak bisa melepaskan diri dari lingkungan masyarakat dimana dia berada.
2.2. pengertian sastra
Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa apa sebenarnya sastra itu sendiri?. Untuk mengetahui definisi sastra, para sastrawan membuat batasan-batasan,dan batasan-batasan itupun tidak total dan tidak tepat, maka ada beberapa alasan mengapa batasan tetang sastra sulit untuk dibuat. Menurut jakob sumardjo dan saini K.M. (1986 : 1-2 ) sebagai berikut
1.sastra bukan ilmu, sastra adalah seni. Dalam seni banyak unsure kemanusiaan yang masuk didalamnya, khususnya perasaan, sehingga sulit diterapkan metode keilmuan.
2.sebuah batasan berusaha mengungkapkan hakekat sebuah sasaran. Dan hakekat sesuatu itu sifatnya universal dan abadi. Padahal apa yang disebut sastra itu tergantung pada tempat dan waktu.
3.batasan sastra itu sulit menjangkau hakekat dari semua jenis bentuk sastra. Sebuah batasan mungkin tepat untuk karya-karya sastra puisi tetapi kurang tepat untuk jenis novel.
4.sebuah batasan tentang sastra biasanya tidak berhenti pada membuat pemerian(deskripsi) saja tetapi juga usaha penilaian
walaupun tidak mungkin membuat batasan sastra yang memuaskan, tetap bermunculan pula batasan –batasan sastra. Ada yang menyatakan bahwa :
1.sastra adalah seni bahasa
2.sastra adalah ungkapan spontandari perasaan yang mendalam.
3.sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa, sedang yang dimaksud pikiran disi adalah ide-ide, perasaan, pemikiran dan semua kegiatan mental manusia.
Dan meurut jakob sumardjo dan saini K.M. (1986 : 3 ) kiranya dapat dibuat batasan sastra dalam arti luas, yang tidak menunjuk satu nilai atau norma yang menjadi syarat sesuatu karya disebut karya sastra yang baik dan bermutu. Jadi batasan tadi dapat dinyatakan sebagai berikut :
sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakian dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.

Batasan ini bersifat deskripsi saja dan dapat mencakup semua karya sastra yang disebut bermutu atau tidak dalam suatu zaman.

1.3.Pengertian Novel
Pengertian novel menurut jakob sumardjo dan saini K.M. (1986 : 29-30 ) sebagai berikut : dalam arti luas novel adalah cerita berbentuk prosa dalam ukuran yang luas. ukuran yang luas disini dapat berarti cerita denga plot (alur) yang kompleks, karakter yang banyak, tema yang kompleks, suasana cerita yang bergam dan setting cerita yang beragam pula. Namun ukuran “luas” disini juga tidak mutlak demikian, mungkin yang luas hanya satu unsure fiksinya saja, misalnya temanya, sedang karakter, setting dan lain-lain hanya satu saja.
Novel dapat dibagi menjadi tiga golongan, yakni novel percintaan, novel petualangan, dan novel fantasi.
Novel percintaan melibatkan peranan tokoh wanita dan pria secara imbang, bahkan kadang-kadang peranan wanita lebih dominan. Dalam novel ini digarap hamper semua tema, dan sebagian besar novel termasuk jenis ini.
Novel petualangan sedikit sekali memasukkan peranan wanita. Jika wanita disebut dalam novel jenis ini, maka penggambarannya hamper stereotip dan kurang berperan. Jenis novel petualangan adalah “ bacaan kam pria “ karena tokoh-tokoh didalamnya priadan dengan sendirinya melibatkan banyak masalah dunia lelaki yag tidak ada hubungannya dengan wanita meskipun dalam jenis novel petualangan ini sering ada percintaan juga namun hanya bersifat sampingan saja, artinya novel itu tidak berbicara semata-mata berbicara persoalan cinta.
Novel fantasi bercerita tentang hal-hal yang tidak realistis dan tidak serba mungkin dilihat dari pengalaman sehari-hari. Novel jenis ini menggunakan karakter yang tidak realistis, setting dan plot yang juga tidak wajar untuk menyampaikan ide-ide penulisnya. Jenis novel ini mementingkan ide, konsep, dan gagasan sastrawannya yang hanya dapat jelas kalau diucapkan dalam bentuk cerita fantastic, artinya menyalahi hokum empiris, hokum pengalaman sehari-hari.
1.4.Unsur signifikan novel fiksi
Sebagai salah satu genre sastra karya fiksi mengandung unsure-unsur meliputi (1) pengarang atau narator (2) isi penciptaan (3) media penyampaian isi berupa bahasa dan (4) elemen-elemen fiksional atau unsure-unsur intrinsic yang mambangun karya fiksi itu sendiri sehingga menjadi suatu wacana. Pada sisi lain dalam rangka memaparkan isi tersebut pengarang akan memaparkannya lewat (1) pemjelasan atau komentar (2) dialog atau monolog dan (3) lewat kelakuan atau action. ( Aminudin, 1987: 66)
Pengertian dasar berbagai nsur fiksi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
1)Alur
Pendapat Jan Van Luxemburk yang di indonesiakan oleh Dick Hartono mengemukakan bahwa alur atau plot adalah kontruksi yang dibuat pengarang mengenai sebuah deretan peristiwa yang logis dan kronologis saling berkaitan dan yang diakibatkan atau dialami para pelaku ( Hartoko, 1984 :149)
Aminudin (1987 : 83) mendifinisikan alur adalah rangkai cerita yang dibetuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.
S. Tarif menyebutkan bahwa setiap cerita dapat dibagi dalam lima again:
a. situation (pengarang mulai melukiskan suatu keadaan)
b. generating sircumstances (peristiwa ang bersangkut paut mulai bergerak )
c. rising action (keadaan mulai memuncak )
d. climax (peristiwa-peristiwa mencapai klimaks)
e.denonement (pengarang mulai memberikan pemecahan persoalan dari semua peristiwa) dalam ( tarigan, 1986 : 128)
Didalam memahami buku cerita rekaan dijelaskan pengaluran adalah pengaturan peristiwa membentuk cerita ( sudjiman, 1988 : 31 ). Ada beberapa cara yang dilakuakan untuk mengetahui pengaluran dalam sebuah cerita yaitu :
a.Ad avo, jika sebuah cerita disusun dan dimulai pada awal peristiwa
b.In medis res, jika cerita dimulai ditengah kisah kemudian dipertautkan dengan semua peristiwa sebelum dan sesudahnya.
c.Alih bakih atau sorot balik jika urutan kronologisnya peristawa- peristiwa yag disajikan dalam karaya sastra disela denga peristiwa yang terjadi sebelumnya.
2)Tokoh dan penopkohan
Aminudin (1987 : 79 ) mendefinisikan tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Sedangkan cara pengarang menampilkan tokoh atu pelaku disebut penokohan.
Menurut Sumarjo ( 1954 : 57 ) bahwa penokohan adalah seluruh pengalaman yang yang dituturkan dalam cerita yang kita ikuti berdasarkan tingkah laku dan pengalam yang dijalani oleh pelakunya.
Willian dan Addison menggunakan istilah perwatakan dan mendifinisikan sebagai gambaran kreatif tentang tokoh-tokoh bayangan, yang dapat dipercaya demikian rupa, karea mereka hadir didepan pembaca seperti sesungguhnya (dalam Sukada, 1987 : 63)
Ada eberapa cara yang dapat dipergunakan oleh pengarang untuk melukiskan rupa, watak atau priadi para tokoh tersebut antara lain :
a.physical description (melukiskan bentuk lain dari penokohan )
b.portrayal of trought stream or of concius thought (melukiskan jalan pelakon atau apa yag terlintas dalam pikirannya )
c.reaction to event (melukiskan bagaimana reksi pelakon-pelakon itu terhadap kejadian-kejadian )
d.direct author analysis (pengarang dengan langsung menganalisis pwatak pelakon)
e.discussion of environment ( pengarang melukiskan keadaan dalam kamar pelakon pembaca akan dapat kesan apakah pelakon itu oaring jorok, bersih, rajin, malas dan sebagainya)
f.reaction of other about/to character (pengarang elukiskan bagaimana pandangan-pandangan pelakon lain dalam suatu cerita terhadapa pelakon utama itu )
g.conversation of other about character (pelakon-pelakon lainnya dalam suatu cerita memperbincangkan keadaan pelu utama )
istilah beberapa cara yang dapat diperguanakan untuk melukiskan priadi lakon. Cara mana yag dipakai, tentu bergantung kepada imajinasi dan fantasi sang pengarang, mungkin pula seornag pengarang memadu dengan beberapa cara sekaligus dalam karyanya.
3)Latar
Pendapat Brooks yang dikutip oleh tarigan Henny Guntur (1986 : 136 ) latar adalah latar belakang fisik unsure tempat dan ruang, dalam suatu cerita.
Latar dapat digunakan untuk beberapa maksud atau tujuan antara lain:
Pertama,latar dapat dengan mudah dikenali kembali, dan juga dilukiskan dengan terang dan jelas serta mudah diingat, biasanya cenderung untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh dan gerakan serta tindakanya. Kedua, latar suatu cerita dapat mempunyai suatu relasi yang lebih langsung dengan arti keseluruhan dan arti yang umum dari suatu cerita. Ketiga, kadang-kadang mungkin juga terjdi bahwa latar itu bekerja bagi maksud-maksud tertentu dan terarah dari pada menciptakan atsmosfir yang ermanfaat dan berguna.
4)Atmosfer
Cerita yang menarik harus hidup, pembeca harus merasa bersama-sama dengan pelakon segala kejadian yang dialaminya. Suatu keadaan yang dilikiskan harus terbayang dimukanya. Jika tidak demikian maka cerita itu menjemukan. Menurut Tarigan Henry Guntur (1986 : 135 )
Kesan suatu cerita atau atmosfer dapat memberikan imlpikasi makna yang luas kepada pembacanya. Berbagai penafsiran akan timbul bersamaan dengan berbagai pesan yang diperoleh pembacanya. Dalam hal ini atmosfer dapat merapatkan jarak suasana batin pembaca dan cerita pembacanya.
5)Tema
Aminuddin (1987 : 91) mendefinisikan ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tokoh pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Lebiha jauh lagi Aminuddin memberikan beberapa langkah untuk memahami tema. Langkah-langkah tersebut melalui (1) pemahaman setting, (2) memahqami penokohan (3) pemahaman satuanm peristiwa, pokok pikiran serta tahapan peristiwa (4) pemahaman plot dan alur (5) hubungan pokok pikiran yang satu dengan yang lainnya yang disimpulkan dari satuan-satuan peristiwa (6) menentukan sikap penyair terhadap pokok-pokok pikiran yang ditampilkan (7) identifikasi pengarang memaparkan cerita (8) menafsirkan tema dalam cerita yang dibaca serta menyimpulkannya.
Setiap fiksi haruslah mempunyai dasar atau tema yang merupakan sasaran tujuan. Penulis melukiskan watak para tokoh dalam karyanya dengan dasar itu. Dengan demikian tidak berlebihan bila dikatakan bahwa tema merupakan hal yang paling penting dalam seluruh cerita. Suatu cerita yang tidak mempunyai tema tentu taka ada gunanya dan art6inya.
Brooks, Puser dan Warren dalam buku lain mengatakan bahwa “ tema adalah pandangan hidup tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau yang membangun dasar atau gagasn utama dari suatu karya sastra”. Dalam Tarigan (1986 :125)
6)Titik pandang
Tyitik pandang adalah cara pengarang menampilakan para pelakau dalam cerita yang dipaparkannya( aminudun , 1987 : 90) titik pandang atau bis adiistilahkan dengan poit of view atau titik kisah meliputi :
Narrator Amniscient, Narrator observer, Narrtor obserfer amniscient, narrator the third person amniscient.
a.Narrator amniscient adalah narator atau pengisah yang berfungsi sebagi pelaku cerita. Karena pelaku adalah pengisah, maka akhirnya pengisah juga merupakan penutur yang serba tahu apa yang ada dalam benak pelaku utama maupun sejumlah pelaku lainnya baik secara fisikal maupun psikologus.
b.Narrator observer adaladh bila pengisah yang berfungsi ebagai pengamat terhadap pemunculan para pelaku serta hanya tahu dalam batas tertentu prilaku batiniah para pelaku.
7)Gaya
Istialh gaya diangkat dari istilah style yang bderasal dari bahas lati stilus dan mengandung arti leksikal “ alat untuk menulis “. Dalam karya sastra gaya mengandung pengertian cara seseorang pengarang menyampaikan gagasannya dengan media bahasa indah serat harmonis yang mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. ( Aminudin, 1987 : 72 )
1.5.Nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra
jika dibayangkan bahwa segala gagasan, cita rasa, emosi, ide dan angan-angan merupakan “dunia dalam” pengarang karya satra merupakan “dunia luar “ yang bersesuaian dengan dunia dalam itu. Dengan cara pendekatan ini penialaian karya sastra tertuju pada emosi atau keadaan jiwa pengarang. Karya sastra dianggap sebagai sarana untuk memahami jiwa pengarang atau sebaliknya [sugihastuti,2002 : 2]
teks sastra mengandung beberapa unsure yang sangat kompleks. Kompleksitas unsure itu sedikitnya meliputi unsure : kebahasaa, struktur wacana, signifikan sastra, keindahan, social budaya, nilaibaik nilai filsafat agama maupun psikologi, serat latar kesejarahannya. [ aminudin 1987 :51 ].
1.6.Status social tokoh
Seseorang ( individu ) memiliki apa yang dinamakan status social, status social merupakan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok pergaulan hidupnya.
Status seseorang individu dalam masyarakat dapat dilihat dari dua aspek yaitu :
a.Aspek statis
Yaitu kedudukan dan derajat seseorang didalam suatu kelompok yang dapat dibedakan dengan derajat dan kedudukan individu yang lain seperti petani dapat dibedakan dengan nelayan dalan lain-lain.
b.Aspek dinamis
Yaitu berhubungan erat dengan peranan social tertentu yang berhubungan dengan pengertian jabatan, fungsi dan tingkah laku yang formal sert5a jasa yang diharapkan dari fungsi dan jabatan tersebut. Misalnya guru peranan social adalah suatu cara/ perbuatan/tindakan seseorang individu dalam usahanya dalam memenuhi tanggung jawab dan hak-hal status sosialnya, maka seseorang akan terlihat menjalankan ststus sosialnya dengan kegiatan atau dapat dilihat dari peranannya.
Selain pengertian diatas berikut ini merupakan penggolongan status social dan masyarakat berdasarkan :
a.Ukuran kekayaan
Barang siapa memiliki kakayaan yang paling banyak, termasuk dalam lapisan teratas. Kekayaan tersebut misalnya dapat dilihat dari bentuk rumah yang bersangkutan serta fasilitas yang ada.
b.Ukuran kekuasaan
Barang siapa yang mempunyai kekuasaan/ wewenang menempati yang paling atas.
c.Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan tersebut mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling dihormati dan disegani mendapat tempat teratas. Ukuran ini banyak dijumpai pada masyarakat-masyarkat tradisional.
d.Ukuran ilmu pengetahuan
Ilu pengetahuan sebagia ukuran dipakai oleh masyarakat ang menghargai ilmu pengetahuan.

BAB III
PEMBAHASAN

Nama-nama tokoh
Nama-nama tokoh berikut berdasarkan jeis kelamin seorang tokoh .
a.berjenis kelamin laki – laki
Dalam novel “Don’t Touch Me !” data bisa kami sajikan sesuai denga jenis kelamin laki-laki sebagai berikut :
(1). “ Gile ! ternyata gue bisa puitis juga, nambah bakat nih,” suara hati ben kegirangan. Cowok itu telah mengumpulkan segala potensi yang dipunyainya untuk memenangkan Lindi cewek zaman batu, begitu ganknya mengelari cewek itu.”(DTM : 8)

Dalam data yang saya sajikan itu menunjukkan seorang tokoh yang bernama Ben yang berjenis kelamin laki-laki yang sebagai tokoh utama dalam novel ini.
(2)kalo elo gak mampu dan takut jatuh pamor, nagku sekarang aja Ben, gak usah nolor-nolor waktu, kita-kita udah pingin makan gratis dan senang-senag nih. Dan sebaliknya kita juga gak takut musti habis duit buat bikin lo seneng.” Cerewet Mario membuat hati Ben terbakar dan tersulut mendekati cewek itu. (DTM : 11)

Dalam data ini tokoh yang bernama Mario, dia berjenis kelamin laki-laki teman gank Ben.
(3)” Ben, gue dapat info neh! Tuh cewek zaman batu masuk ekstrakurikuler palang merah” Gala, teman segenk Ben yang paling dekat dengan tuh cowok menghampiri Ben saat duduk dikafe. (DTM : 20)

Dalam data ini tokoh yang bernama Gala berjenis kelamin laki-laki juga teman genk Ben.
(4)“mana Mario, jimmy, dan gito ?” Gala mengernyitkan kening mendengar Tanya Ben.(DTM : 20)

Dalam nama-nama tokoh ini semua adlah teman Genk Ben yaitu Jimmy dan Gito.
(5)” hai Lindi” sapa suara cowok, Teguh, yang tak lain ketua palang merah saat berpapasan dengan Lindi di pintu. (DTM : 27)

Dalam nama diatas adalah tokoh yang bernama Teguh yang termasuk ketua palang merah yang senior Lindi.
b.berjenis kelamin perempuan
Dalam novel ini ada tokoh-tokoh berjenis kelamin perempuan dapat saya sajikan dalam data berikut. :
(1)” aku cewek kampung yang gak bisa gaul, aku tau aku cewek kuno, lahir dari keluarga yang serba susah. Nah lho! Kok aku jadi mengutuki kekurangan diri lagi ? jangan! Jangan lagi ! cukup sudah menghukum diri dengan menjadi cewek yang tertutup!” putus lindi lalu berjalan cepat keluar. Diruang tengah dikemasinya kain-kain yang akan diusungnya kerumah tante Sastri(DTM : 17).

Dalam data berikut bahwa menunjukkan bahwa Lindi adalah seorang tokoh utama yang berjenis kelamin cewek.
(2)” say, kapan kita nonton lagi? Kamu kok jarang kerumah sekarang ?” suara Sadira di HP Ben, membangunkan cowok itu dari tidur sorenya. Perasaan cewek itu lebih dari tiga bulan digantung-ganyungnya. Padahal menurut ukuran umum, hamper tidak ada cacat nilai pada cewek itu, cantik, anggun dan juga tajir. (Don’t Touch Me! : 45)

Dalam data tersebut ada tokoh yang bernama Sadira yang juga termasuk cewek Ben.
(3)Nah kalau bernama Sami, hamper 4/4 alias ¾ jadi tambatan hati Ben. Cewek model itu pernah begitu kuat menguasai tuh peasaan cowok. Ben ngaku suka banget cewek blesteran jerman –sunda itu ke genknya. Ben yang tajir dan keren abis itu sempat jatuh bangun deketin sami dan sekarang mereka udah kian dekat. (DTM : 48)

Dari data tersebut bahwa ada tokoh yang bernama Sami yang termasuk juga cewek Ben.
(4)” Bu, lindi ke rumah tante Sastri, “ pamitnya meninggalkan rumah. (DTM : 18 )

Dalam data tersebut tante Sastri adalah ibu Ben seorang karir yang bekerja di perusahaan.
Sikap hidup tokoh
Dalam novel, sikap tokoh merupakan menunjukkan bagaimana interaksi antara hubungan tokoh dengan tokoh yang lain. Akan saya sajikan beberapa data yang berkenaan dengan sikap tokoh dalam novel ini sesuai dengan nama-nam tokoh yang telah saya sebutkan diatas.
(1)” Dasar the complicated girl !” rutuk Ben yang harus dengan lapang dada mengakui kakalahannya dalam taruhan dengan dengan ganknya untuk sementara waktu sebagai playboy yang selama ini bikin cewek tak berkutik. Antara sebel dan masih penasaran, pikiran Ben digiring memutar ulang kejadian sore ditangga kafe gaul kampusnya,. Begitu ingat adegan panas didepan kafe, kesekian kalinya Ben memukul jidatnya, menyesali sikap tak waspadanya pada genk isenknya. (DTM : 10 )

Dalam data tersebut menunjukkan bahwa Ben adalah bersikap penasan pada cewek cantik yang bernama Lindi, yang harus bersikap lapang dada dengan semua apa yang terjadi dengan pengejaran cewek yang bernama Lindi. Dia tetap berusaha untuk mendapatkan targetnya ke pelukakannya. Karena dia harus mempertahankan gelar seorang playboy yang mampu menaklukkan gadis tipe apapun.
(2)Ganknya sempat sirik dengan keberuntngan nasib Ben dalam urusan cewek-cewek. Tapi sering juga berkhotbah panjang lebar pada Ben kalau duain cewek itu gak boleh, gak gentleman. Atau alsan itu bagian dari sirik juga? Tapi kayaknya gak. Meski mereka sering pasang taruhan buat cewek-cewek tertentu untuk dikejar, mereka masih punya nurani untuk gak ngancurin perasaan tuh cewek-cewek. Targetnya Cuma jadi teman dekat doing. Seterusnya harus ngikutin kata hati. Suka bisa lanjut sampe jadian. Kalo nggak, harus kasi lampu merah buat tuh cewek. Kalu sudah bosen boleh change place dengan cewek lain, asal masih terikat sama sebelumnya kudu setia. Tapi sayang itu semua tak berlaku bagi Ben. (DTM : 48)

Dari data tersebut bahwa gank Ben menunjukkan keiriannya terhadap Ben yang suka mempermainkan perempuan, meski biasanya ganknya pun bertaruhan dengan Ben untuk menggaet perempuan cantik sebagai mangsanya Ben. Tapi sejahat apapaun mereka, masih punya hati nurani untuk tidak menghancurkan para hati perempuan cantik yang telah dipacari Ben, yang hanya buat permainan taruhan dan perjudian ganknya Ben. Ini menunjukkan bahwa kalau pada remaja itu walaupun mempermainkan perempuan tapi masih punya hati yang tulus juga.
(3)” kalau lo begini terus, kejar cewek terus tinggalin setelah mereka merasa cinta banget ama lo, suatu hari lo bisa kena karmanya, Ben, “ ingat gito Ben acuh saja. (DTM : 49 )

Dalam data tersebut menunjukkan bahwa kalau Gito juga menunjukkan sikap pedulinya pada Ben, ini menunjukkan kalau sikap teman menunjukkan sikap socialnya untuk saling mengingatkan pada sesama teman ganknya. Disini nilai teman, dia akan memberikan sesuatu yang berarti jika ia menjadi nasehat bagi temannya yang membutuhkannya.
(4)” sami itu udah pasti gue dapet, menghilang sesaat tak masalah, bakal biukin dia gak bisa lepas dari gue. Tapi Lindi urusannya lain … ini soal penghargaan diri. Reputasi men ! kalau gak, kalian ngaku saja kalah sekarang,” tegas Ben bikin gankya keki. (DTM : 50 )

Data yang saya sajikan ini menunjukkan kalau sikap Ben yang tak mengalah begitu saja, ia tetap mempertahankan pengejarannya pada seorang gadis yang bernama Lindi sebagai taruhannya dengan genknya.
(5) “ apa yang salah pada ddiriku? Mengapa dia begitu suka mengerjaiku ? apa benar cerita mbak Maya kalau dia tengah taruhan lagu dengan ganknya? Aku dijadikan perjudian ? buat apa? Apa hadiahnyakali ini? Apa yang menarik dari diriku yang asyik untuk dipertaruhkan ?” hati Lindi sibuk empertayakan tingkah Ben, peristiwa di CafĂ© akan sangat sulit untuk dilupakannya, mungkin unt7uk seumur hidup! Dia merasa sangat telah dirandahkan cowok itu. Dia tau sekali repotasi Ben. Ben banyakmenggaet cewek dan tak jarang menjadikannya kompetisi. Lindi merasa walau dirinya tak populer dan bukan jenis cewek yang masuk hitungan Ben, tapi dia tajk ingin diperlakukan buruk oleh Ben.

Data yang sajikan diatas merupakan sikap Lindi sebagai seorang cewek yang tidak suka menjadi permainan seorang lelaki seperti Ben, yang mengejar wanita dengan dalih untuk dijadikan taruhan.
(6)” Gadis polos dan baik seperti Lindi tak seharusnya dijadikan target isengan “, desis batinnya. Apalagi ketika menuangkan obat ke luka Gala dan memerbaninya, jemari lentik lindi kian hati-hati dan dengan lembut melakukannya. Seolah cewek itu melakukannya pada dirinya sendiri. Sepertinya ia tak ingin keluar suara “ uhh” atau erangan sedikitpun dari orang yang didepannya. (DTM : 58)

Dari data diatas menunjukkan kalau Gala, teman genknya Ben yang juaga ikut taruhan untuk ngisengin Lindi. Dia juga menunjukkan rasa kasihannya terhadap lindi yang setelah tahu kalau Lindi adalah gadis baik yang lugu.

(7)” i…. iya…. Ada apa, mbak ? “ jawab lindi ragu-ragu
“ aku gak nyangka kamu orangnya ! Ben main-main saja denganmu kamu tau itukan?” nada suara sadira tidak sedap dan sungguh kian mengagetkan Lindi, tak menyangka di semprot mengenai Ben. (DTM : 86 )

Dalam data tersebut menunjukkan kalau sadira adalah salah satu cewek Ben yang menaruh cemburu pada lindi yang pada saat itu menjadi target gaetannya Ben. Dan sadira tidak suka pada Lindi dengan mengejek Lindi.
(8) “ kamu memang bajingan Ben. Aku memutuskan menerima itu semua ! kamu bicara begitu setelah ada nama Lindi muncul ke permukaan kan ? semoga kamu berhasil, jadi tak perlu merasakan sakit seperti yang aku rasakan sekarang “ erkata begitu tangis pecah walau tak terdengar keras, hanya berupa isakan. Dibiarkannya suara itu keluar tanpa bermaksud membekapnya dengan tangan ke mulut. Ben gelagapan. Dijhadapannya selama ini cewek itu tak hanya terlihat serius, tapi juga mandiri dan bisa mmenutupi perasaan rapuhnya disetiap ditimpa masalah seperti persoalan seperti rekan sesame model yang suka sirik kepadanya. Tak disangkanya ia bisa menangis juga. (DTM : 148-149)

Data yang saya sampaikan diatas menunjukkan sikap kecewanya pada Ben yang telah menyakiti hatinya Sami. Sebagaui seorang cewek pasti tidak ingin hatinya disakiti dan tidak ingin juga melihat sesama cewek disakiti oleh laki-laki yang playboy seperti Ben.
(9)” gue juga bermaksud baik nyadarkan tuh cewek jangan mikir macam-macam, jangan sampai berharap Ben benar-benar tergila – gila padanya. Ntar terluka, sakit !” rutuk sadira. “ dan walaupun Ben Cuma main-main, gue tentu juga tak mungkin iklasin tuh cewek meikmati isengan Ben. Hati cewek mana yang mau berbagi meskipun hanya untuk sebuah guyonan cowoknya.” Lanjut sadira yang selalu merasa Ben telah menjadi miliknya.

Data yang saya sampaikan ini merupakan siakp peduli sadira yang menganggap bahwa Lindi adalah sesame cewek yang tidak boleh disakiti, ia merasakan bagaimana jika dirinya disakiti oleh seorang laki-laki.

Status social tokoh
(1) Gank anak – anak kalangan atas yang seringkali menghabiskan liburan keluar negri itu, kali ini Cuma janjian kongkow-kongkow ke plaza-plaza yang ada di di Jakarta yang dilanjutkan dengan pesta di puncak malam ini ! Rumah Ben Sunyi. Sang mama seperti biasa kerja tak jelas waktu. Sang papa entah kemana sudah tiga tahun ben sudah tak melihat lelaki itu. (DTM : 9)

Dalam data tersebut menunjukkan bahwa Ben dan bersama teman-teman ganknya menunjukkan orang yang berstatus social tinggi diliohat dari kekayaan yang dimilkinya karena sering liburan keluar negri dan bermain-main di plaza yang jiga pastinya membutuhkan biaya banyak. Dan inilah kehidupajn anak muda yang berstatus social yang tinggi.
(2)“ aku cewek kampung yang gak bisa gaul, aku tau aku cewek kuno, lahir dari keluarga yang seba susah. Nah lho! Kok aku jadi mengutuki kekurangan diri kagi ? jangan! Jangan lagi ! cukup sudah denga menghukum diri menjadi cewek yang tertutup “ putus lindi lalu berjalan cepat keluar. Diruang tengah dikemasinya kain-kain Yang akan diusungnya kerumah tante sastri.

Dari data tersebut bahwa ada perbedaan status social antara Lindi dengan Ben. Lindi anak orang tidak punya yang hidup serba pas-pasan yang bekerja sebagi tukang cuci pakaian untuk biaya hidup dan kuliahnya.

Peristiwa yang terjadi
(1).“ ini kompetisi tolol. Tapi tak ada salahnya diikuti, demi sebuah citra nambah popularitas gue bisa masuk kehati cewek seperti apapun. Gue yang tak akan terkalahkan juga bisa senang-senang dari biaya empat kurcaci isengan itu” . Suara batin Ben lagi. ( DTM : 8)

Dalam data tersebut menujukkan bahwa ada peristiwa terjadinya perjudian yang dilakukan oleh Ben bersama ganknya untuk mendapatkan hati lindi. Yang selama ini dikenal dengan cewek yang kuno yang tak pernah mengenal lelaki manapun dan tak pernah pacaran.
(2)“ aku juga ceweknya” jawab sami acuh,berkesan santai. Gito, Mario dan Jimmy kelihatan semakin gelagapan.
“ aku sudah lama menebak, Ben lagi jenuh dan cari hiburan. Pasti kamulah cewek yang selama ini membuat waktu ben berkurang untukku. Pasti kamu cewek selingkuhannya Ben!” suara sadira mulai meninggi dan tatapan matanya semqkin tak bersahabat.
“ hei…hei…duduk dulu ! saling kenalanlah dulu “ gito mencoba menenangkan hawa panas yang mulai tersa memenuhi ruangan sekitarnya. Dua-duanya tak bergerak malah salaing pandang dalam geram. “ ya.ya.. kalian cewek-ceweknya Ben . ups !” spontan gito menutupi mulutnya sendiri, sadr kalimat yang dimaksudkannya untu7k meredakan suasana ju8stru kian memperuncing keadaan.

Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa ada peristiwa perkelaihan sengit antara pacar-pacar Ben. Yang merasa di sakiti dan tidak pernah diperhatikan lagi. Disini menunjukkan kalu cewek itu merasa berat untuk melepas cowoknya, karena bagaimanapun juga cewek berhak memilki cowok yang diidamkannya.
(3)“ hei…hei… What’s happen guys ? seperti kalian kena wabah yang sama. Lo gal ! kenapa lo mendadak peduli gimana perasaan Lindi. Apa juga lo sama dengan Mario dan jimmy, naksir cewek-cewek gue ?” semprot Ben santai.
“ gue Cuma gak tega Ben”
“ Come on ! gak perlu erselubung denga kat-kata!”
“ Oke, gue pernah dapat kebaikan cewek itu, Ben. Dia yang merawat luka gue waktu keserempet motor tempo hari waktu di kampus. Puas?” Gala mulai tersulut.
“ wah romantis banget. Sepertinya ada sesuatu dibelakang gue yang terjadi nih, “ sentil Ben sampbil melayangkan tepukan di udara. “ jadi ceritanya bener nih, lo semua kecuali gito, telah kena wabah jatuh cinta sama cewek-cewek gue?” suara Ben terdengar pongah. (DTM : 108 )

Dalam data diatas dapat kita ketahui bahwa ada perseteruan antara Ben dengan teman-teman segenknya, yang ada hubungannya dengan cewek-cewek Ben, mereka juga ungin mendapatkan cewek-ceweknya Ben. Dan juga gala yang ingin juga mendapatkan Lindi karena dia juga pernah merasakan kebaikan Lindi, dan dia tak ingin gara-gara taruhan ini melukai hati lindi.
(4)“sami… dengarlah dulu… maaf sam…!” teriak Ben. Secepat kilat membuntuti mobil sami dengan motornya. Sami seperti orang kesetanan, menggas mobilnya sekuat tenaga mobilnya. Ben kian panic, takut terjadi apa-apa pada cewek itu. Akibatnya ben tak waspada pada keselamatannya dirinya sendiri. Hingga tanpa diduga ada kijang dari gang samping kanan kompleks rumah Ben dan menabrak motor ben. Lindi yang mengamati dari jauh terpekik sambil meutupi mulutnya.
Cowok itu dilihatnya terpental beberpa meter, sedang kijang itu melaju begitu saja dan sami sendiri sama sekali tidak tau kejadian dibelakang mobilnya itu. Mobilnya pun sudah lenyap. (DTM : 151)

Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa ada peristiwa Ben kecelakaan yang diakibatkan dengan hatinya gundah mengejar sami yang telah merasa tersakiti dan Ben denganb perasaan yang penuh dengan kuatir tidak menghiraukan sekitarnya sehingga ia pun tidak bisa menontrol keadaan sampai kijang menabrak motornya.
(5)“ papaku juga pernah jadi papanya Lindi?” desis Ben berulang-ulang, tak ingin mempercayainyatapi itulah kenyataan pahit sekal !
Ben berusaha sekuat tenaga menerima dan memahami alasan Lindi selalu berlari dariya. Cewek itu ingin menepati permohoan mam ben untuk tak usah mengenal Ben. Disamping tentunya juga berpikiran kalau Ben sama seperti papanya, tidak setia.
Kisah yang menghubungkannya dengan Lindi dalam ikatan kekeluargaan itu ternyata bermula saaat Ben belum terobsesi meaklukkan banyak cewek. Waktu itu dia masih kelas 1 satu SMU. (DTM :214)

Dri data tersebut dapat kita ketahuiu bahwa ternyata Lindi adalah ada hubungan keluarga dengan Ben. Yang pada saat itu pernah Ibunya Lindi dikawini ayahynya Ben.
(6)“ibuuu!!!” pekikan Lindi tak terdengar biasanyadi telinga Ben. Nalurinya berkata terjadi sesuatu. Ben tak ragu-ragu lagi. Dengan penuh keyakinan tubuh cowok itu terdorong berjalan cepat menuju rumsh tersebut.
Diruang rumah kecil Lindi tak ditemukan apa-apa, kecuali tangisan cewek itu yang tak putus dari telinganya. Hati Ben digiring kian mendekat lalu mengintip kesalah satu kamar tempat suara Lindi. Matanya terbelalak saat mentaksikan Lindi menguncang sesosok wanita separuh baya. Itu pastilah ibunya. Tanpa berpikir apa-apa lagi cowok itu menerobos kedalam.
“ ada apa lindi? Ini ibumu kan? “ cecar ben.
Wajah itu terangkat matanya kabur oleh air mat. “ sejak dua hari yang lalu ibu sakit, sudah minum obat yang saya belikan diwarung. Tapi kenapa ibu tak bergerak begini. Tadi pagi ibu masih tidak apa-apa, saya takut Ben….” Suara Lindi diantara sesegukan. (DTM : 231)

Dari data tersebut bahwa ada peristiwa kalau ibnya lindi itu jatuh sakit dan Ben pun menolong Lindi untuk membawa kerumah sakit disini jalinan hubungan keluarga itu masih kuat dan itulah yang harus dilakukan jika ada keluarga yang sakit.

BAB IV
PENUTUP
1.simpulan
Dalam analisis Novel “Don’t Touch Me! Ini dapat saya simpulkan sebagi berikut :
a.kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan anak muda yang suka berfoya-foya dan itu diakibatkan tidak pedulinya oleh orang tua yang terlalu bebas melepaskan anaknya.
b.Kita tahu bagaimana kehidupan anak yang playboy yang pada dasarnya mereka juga masih punya hati nurani untuk tidak menyakiti seorang perempuan.
c.Sebagi seorang cewek tidak mau diduakan hatinya.
d.Cewek tidak mau melihat sesama cewek juga hatinya disakiti oleh seorang lelaki yang playboy.
e.Disisi lain pada tokoh Ben dia merupakan tokoh utama yang pada saatnya ia mengakhiri permainan cintanya pada gadis-gadis targetannya dan ingin menemukan cinta yang sejati.
2.saran dan kritik
Dalam analisis ini tentunya masuih jauh dari sempurna dan saya memomohon dari semua pihak yang membaca analisis ini untuk memberiakan saran dan kritikannya yang membangun agar analisis ini menjadi sempurna. Dan saya berharap analisis ini bermanfaat dan dapat dibaca oleh semua kalangan sehingga menjadi khasanah ilmu pengetahuan.

SINOPSIS

Seorang pemuda yang hidup dalam kemewahan yang bernama Ben yang mempunyai wajah tampan dan mempunyai kelompok Genk papan atas yang sering liburan kleluar negri. Ben bersama teman-temannya segenk sedang melakukan perjudian denga taruhan bahwa Ben mampu menaklukkan cewek yang bertampilan kuno yang mempunyai wajah cantik yang bernama Lindi. Lindi adalah orang miskin yang ibunya sebagai tukang cuci. Lindi tidak pernah bergaul dengan seorang lelaki.
Ben juga punya pacar banyak diantaranya adalah Sadira dan Sami yang sama-sama mencintai Ben. Sami dan Sadira merupakan cewek yang berkelas papan atas. Mereka beda kampus sehingga percintaannya dengan Ben berjalan Mulus karena mereka tidak tau kalau mereka diduakan.
Pada suatu hari Sami dan sadira secara kebetulan bertmu disebuah kafe yang keduanya mencari Ben. Mereka mencari Ben bertanya pada teman-teman genknya karena mereka berdua juga kenal teman gengnya Ben itu. Teman-temannya bingung karena mereka harus jawab apa? Disaat Sadira dan Sami menanyakan Ben. Karena merka berdua dalah pacar-pacarnya Ben. Maka terjadilah pertengkaran dikafe itu setelah mereka tahu kalau sama-=sama mencari Ben. Mereka merasa sama-sama memiliki Ben.
Pada suatu hari sadira mendatangi Lindi yang pada saat ini memang dikejar-kejar oleh Ben. Lindi yang tidak tau apa-apa menjadi bahan makiannya sadira diseuah kafe. Untung ada teman lindi yang membela Lindi. Dan sadira eninggalkan Lindi dan memperingatkannya untuk tidak mendekati Ben.
Sami datang pada ben meminta kejelasan hubungan Ben dengan Lindi. Dan akhirnya erujung Sami memutuskan tidak percaya lagi pada Ben, dia pergi denagn mobilnya dan akhirnya Ben juga yang lagi bingung ingin mengejar Sami, dan tanpa menghiraukan sekitarnya Ben yang juga melaju dengan kencang tiba-tiba tertabrak kijang dari gang sebelah rumahnya. Dan untung disitu kebetulan ada Lindi. Dan segera lindi menolong Ben dan membawanya kerumah sakit.
Ben diruah sakit, mendengar suara mamanya yang bebicara dengan Lindi diluar ruangan. Ben mendengar seakan akan mamanya itu kenal dengan lindi sehingga Ben penasaran, sebenarnya ada hubungan apa Lindi dengan mamanya.
Ketika sudah pulang ben mendesak mamanya untuk bercerita. Ada hubungan apa dia dengan lindi. Sampai akhirnya mama Ben bercerita juga kalau papanya Ben itu juga pernah menjadi papanya Lindi. Yang pada waktu itu Ben masih kelas 1 SMU yang papanya lindi kecelakaan dalam mengendarai mobil. Papanya Ben merasa kasihan pada ibunya lindi yang menjadi janda yang mempunyai anak yang masih sekolah. Dan akhirnya papa Ben menikahi mamanya Lindi.
Ben berfikir apakah ini yang menyebabkan lindi itu selalu berlari dari ben. Dan ia berniat untuk mengawini lindi. Karena dia juga sayang pada Lindi.
Pada suatau hari Ben menemui Lindi dan ingin mengatakan kepadanya kalau ia sudah mendengar cerita segala sesuatunya dari mamanya. Tapi Lindi masih tetap menghindari Ben. Dan Lindi pulang begitu saja, Ban pun membuntuti Lindi dan akhirnya Ben pun mendapati tempat lindi tinggal. Ketika Lindi masuk kedalam rumah tiba-tiba ia temukan ibunya lindi yang sedang sakit itu tidak bergerak sama sekali. Dan ben pun menolong lindi untuk membawa ibunya Lindi kerumah sakit. Dan disinilah lindi merasakan kalau ben itu sedah berubah dan mulai percaya pada ben.

DAFTAR PUSTAKA

Ratna, Nyoman Kutha. 2003. paradigma sosiologi sastra .Pustaka Pelajar : Yogyakarta
Taum, Yoseph Yapi . 1997. Pengantar Teori Sastra . Nusa Indah :Nusa Tenggara Timur
Rene Wellek dan Austin Warren.1989. Teori Kesusastraan. PT. Gramedia :Jakarta
Jakob Sumardjo dan Saini K.M.. 1986. Apresiasi Kesusaastraan. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
Endraswara, Suwardi. 2003. metodologi penelitian sastra. Pustaka Widya Utama : Yogya karta.
Escarpit, Robert. 2005. sosiologi sastra . Yayasan Obor Indonsia : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar