Loading...

Kamis, 22 Januari 2015

Kumpulan Puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia dePoeticas” Prespektif Semiotik Michael Riffatere



BAB I
PENDAHULUAN
Oleh Hidayatulloh, M.Pd
(BANGPEK)
Pada bagian pendahuluan ini  dibahas hal-hal yang berkaitan dengan (1) konteks penelitian, (2) fokus penelitian, (3) tujuan penelitian, (4) asumsi pene-litian, (5) kegunaan penelitian, (6) penegasan istilah.
1.1  Konteks Penelitian
Karya sastra merupakan karya seni yang berupa bahasa yang di dalamnya terdapat estetik (keindahan). Sastra dan tata nilai kehidupan adalah dua fenomena sosial yang saling melengkapi kediriannya sebagai suatu yang eksistensial. Sebagai sebuah dunia miniatur, karya sastra berfungsi untuk menginfestasikan sejumlah besar kejadian-kejadian yang telah dikerangka dalam pola-pola kreativitas dan imajinasi. Sebagai karya imajiner, fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Pengarang menghayati berbagai permasalahan tersebut dengan penuh kesungguhan yang kemudian diungkapkan kembali melalui sarana fiksi sesuai dengan pandangannya. Fiksi merupakan hasil dialog, kontemplasi dan
reaksi orang terhadap lingkungan dan kehidupan, sehingga seorang pengarang  mengajak pembaca memasuki pengalaman atau imajinasi karya sastra (Nurgiyantoro, 2010:3).
Karya sastra hadir sebagai wujud nyata imajinasi kreatif dari seorang sastrawan dengan proses yang berbeda antara pengarang yang satu dengan pengarang yang lain, terutama dalam penciptaan cerita fiksi. Penciptaan tersebut bersifat individualistis, artinya cara yang digunakan oleh tiap-tiap pengarang dapat berbeda. Perbedaan itu meliputi beberapa hal, di antaranya metode, munculnya proses kreatif, dan cara mengekspresikan apa yang ada dalam diri pengarang hingga bahasa penyampaian yang digunakan (Waluyo, 1995:68).
Salah satu tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Apresiasi dimaksudkan sebagai bentuk menikmati dan menggauli sastra serta memunculkan sikap kreatif, imajinatif, dan kritis terhadap karya yang dimiliki bangsa Indonesia. Sehingga memunculkan sikap menghargai, menghormati, memiliki sikap intelektual, sosial dan emosional terhadap kenyataan yang terjadi yang dibangun melalui sastra.
Puisi merupakan suatu media pengembangan pendidikan karakter bangsa, minimal ada 4 alasan untuk hal tersebut.  Pertama, secara hakiki puisi merupakan media pencerahan mental dan intelektual yang menjadi bagian terpenting di dalam pendidikan karakter. Kedua, terdapat beragam karya puisi yang harus diapresiasi yang secara hakiki sangat penting bagi pengembangan karakter. Ketiga,  pembelajaran puisi yang relevan untuk pengembangan karakter adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik tumbuh kesadaran untuk membaca dan menulis sebagai bagian terpenting dari prasyarat pembentukan karakter. Keempat, puisi yang dipandang relevan untuk pembentukan karakter adalah bahasanya indah; mengharukan pembacanya; membawa nilai-nilai luhur kemanusiaan; serta mendorong pembacanya untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk lainnya.
Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia. Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan mengkonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya (Waluyo, 1995:25). Puisi merupakan sebuah struktur atau susunan unsur-unsur yang bersistem yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan timbal balik. Unsur dalam karya sastra tidak berdiri sendiri, melainkan saling terikat sehingga berkaitan dan saling bergantung (Pradopo, 2010:118). Pemahaman terhadap struktur merupakan suatu tahap yang sulit dihindari atau harus dilakukan. Memahami karya sastra bagi pembaca memerlukan kemampuan tentang pemanfaatan bahasa dan pendekatan untuk meraih makna yang terkandung dalam karya sastra; membaca karya sastra adalah usaha pemahaman yang mengandung beberapa akibat bagi pembaca sehingga membaca karya sastra merupakan pengulangan yang dilakukkan terus menerus oleh pembaca untuk menemukan makna.
Menurut Barker (dalam Pradopo  2010:12), yang penting dalam proses pemaknaan adalah bagaimana makna diproduksi dalam interaksi antara teks dan pembacanya sehingga momen konsumsi juga merupakan momen produksi yang penuh makna. Hal ini berarti bahwa suatu pemaknaan  menjadi lebih utuh apabila seorang pembaca mampu memahami konteks riil yang terdapat pada sebuah teks.
Dalam kaitannya dengan pemaknaan, pembacalah yang seharusnya bertugas memberi makna karya sastra. Khusus pemaknaan terhadap puisi, proses pemaknaan itu dimulai dengan pembacaan heuristik, yaitu menemukan meaning unsur-unsurnya menurut kemampuan bahasa yang berdasarkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi tentang dunia luar (mimetic function).  tetapi, pembaca kemudian harus meningkatkannya ke tataran pembacaan hermeneutik yang di dalamnya kode karya sastra tersebut di bongkar (decoding) atas dasar significance-nya. Untuk itu, tanda-tanda dalam sebuah puisi memiliki makna setelah dilakukan pembacaan dan pemaknaan terhadapnya dan untuk melakukan pemaknaan secara utuh terhadap sebuah puisi, pembaca harus bisa menentukan matriks dan model yang terdapat dalam karya itu (Riffaterre dalam Pradopo,2010: 130).
Berdasarkan uraian tersebut keterkaitan  antara teori semiotik sebagai sarana untuk mengungkap dan menemukan kandungan nilai karakter yang terkandung dalam puisi. Nilai karakter perlu digali dan dari muatan puisi untuk ditemukan nilainya dan diajarkan demi mensukseskan pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah sesuai dengan  Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun  2011 tentang Sisdiknas dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta diik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang emokratis serta bertanggung jawab. Rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Budaya diartikan sebagai keseluruhan berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat ( Kesuma dkk, 2012:6)
Perkembangan kebudayaan sering berkaitan denga karakter dan kepribadian individu, istilah karakter  menunjukkan bahwa tiap-tiap sesuatu memiliki perbedaan, perbedaan antara individualitas membuat persepsi yang sama antara karakter dan personalitas, jadi dapat dikatakan orang yang karakter adalah orang yang memiliki kepribadian. Ketentuan jenis karakter dan kepribadian tidak lepas dari nilai-nilai dalam masyarakat. Pembentukannya dapat terjadi melalui pendidikan dan pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilalui oleh seseorang (Mu’in, 2011:165).
 Berdasarkan pengertian di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Puisi yang dipilih sebagai objek adalah puisi-puisi yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Indonesia, Portugal dan Malaysia “Antologia de Poeticas” disusun oleh  Maria Emilia dan Danny Susanto, diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2008. Buku kumpulan puisi tersebut dipilih sebagai objek penelitian berdasarkan beberapa alasan mendasar sebagai berikut.
1.    Puisi yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Indonesia, Portugal dan Malaysia (Antologia dePoeticas) terdiri dari puisi pilihan dari tiga negara
2.    Puisi-puisi dari Portugal telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh tim penerjemah ahli sehingga dapat dijadikan bahan perbandingan atau hipogram dari puisi yang terpilih sebagai sumber kajian.
3.    Puisi-puisi Indonesia yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Indonesia, Portugal dan Malaysia “Antologia de Poeticas” merupakan puisi-puisi karya sastrawan terkemuka di Indonesia dan tentu memiliki nilai tersendiri.
4.    Pemilihan puisi dalam buku kumpulan puisi Indonesia, Portugal dan Malaysia “Antologia de Poeticas” dilakukan berdasarkan  pertimbangan perjalanan sejarah dan budaya (Maman S. Mahayana dalam Pengantar Antologia de Poeticas, 2008: VIII)
1.2  Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini terletak pada tinjauan  semiotik terhadap nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia (Antologia depoeticas) yang disusun oleh Maria Emilia Irmler dan Danny Susanto,  Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama,  Tebal: 424 halaman. Fokus penelitian ini  berdasarkan  uraian tentang pendidikan karakter bangsa yang terdapat dalam puisi yaitu:
1.      Bagaimana bentuk-bentuk pendidikan karakter berdasarkan pembacaan heuristik?
2.      Bagaimana bentuk-bentuk pendidikan  karakter berdasarkan pembacaan hermeneutik ?
3.      Bagaimana kajian intertekstual kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas” untuk menemukan nilai pendidikan karakter ?
4.      Apasaja nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas”?
1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengungkap nilai pendidikan karakter bangsa yang terdapat dalam kumpulan kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas
Secara khusus tujuan penelitian ini untuk;
1.      Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan  karakter yang  tersirat dalam kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas
2.      Mendeskripsikan jenis nilai pendidikan karakter berdasarkan pembacaan heuristik dan hermenuetik dalam kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas
3.      Mendeskripsikan kajian intertekstual kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas” untuk menemukan nilai pendidikan karakter
1.4  Asumsi
Peneliti  memiliki asumsi sebagai pegangan untuk mendapatkan kebenaran dari penelitian. Asumsi dasar adalah sebuah titik tolak yang kebenaranya diterima oleh penyelidik (Arikunto, 2011:58), asumsi dalm penelitian ini adalah:
1.      Puisi memiliki muatan nilai karakter yang dapat ditangkap dengan membaca secara heuristik dan hermeneutik
2.      Dengan puisi  pendidik bisa mensinergikan dan menanamkan pendidikan karakter. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional mengenai pendidikan karakter dengan cara memahami puisi secara menyeluruh dengan menerapkan teori semiotik.
3.      Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas” merupakan kumpulan puisi terbaik di zamannya yang syarat dengan kualitas bahasa dan makna
1.5   Kegunaan  Penelitian
1. Manfaat Teoritis
                 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada pembaca khususnya pembaca di bidang sastra, berupa pemahaman mengenai kandungan nilai pendidikan karakter bangsa berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks dan model yang terdapat dalam Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas”.
 2. Manfaat Praktis
a.       Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pembaca dalam mengapresiasikan Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas terutama dalam hal pemberian makna melalui pembacaan heuristik dan hermenuetik.
b.      Penelitian dapat dijadikan bahan telaah tentang pemahaman terhadap puisi melalui tanda-tanda yang terdapat dalam Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas
c.       penelitian ini diharapkan  dapat dipakai sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang mengkaji Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia de poeticas  dari aspek yang lain.
d.      Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar bagi guru pembelajar sastra khususnya puisi dalam upaya menanamkan nilai pendidikan karakter.
1.6   Penegasan Istilah
Sebuah penelitian tentunya mengandung beberapa istilah yang perlu dijelaskan, serta untuk menghindari salah pengertian, maka harus ada penegasan-penegasan istilah meliputi :
1.      Istilah nilai “value dapat dimaknai sebagai harga,  ketika dihubungkan dengan suatu objek atau sudut pandang tertentu “ karakter”, “harga” yang terkandung di dalamnya memiliki tafsiran yang berhubungan dengan sifat khas yang dimiliki manusia (karakter). harga suatu nilai dapat diartikulasikan untuk menyadari dan memanfaatkan makna kehidupan berdasarkan karakter masing-masing sesuai keyakinan beragama yang secara hirarkhis memiliki nilai akhir yang lebih tinggi.
2.      Pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkanya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungannya. Sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk di tumbuhkembangkan, dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan itu Megawangi dan  Gaffar (dalam Kesuma dkk, 2013:5)
3.      Semiotik adalah ilmu tanda. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani semeion yang berarti tanda. Tanda ada di mana-mana: kata adalah tanda, demikian pula gerak isyarat, lampu lalu lintas, bendera, dan sebagainya.” Tanda dalam pengertian ini  fokus pada bidang sastra khususnya puisi  dengan menggunakan teori semiotik Michael Riffatere yakni untuk memproduksi makna puisi, yaitu: (1) ketidaklangsungan ekspresi, (2) pembacaan heuristik, dan retroaktif atau hermeneutik, (3) matrix atau kata kunci (keyword), dan (4) hypogram (hipogram berkenaan dengan prinsip intertekstual.
4.      Kumpulan Puisi Indonesia, Portugal, Malaysia “Antologia dePoeticas” adalah kumpulan puisi dari tiga negara disusun oleh Maria Emilia dan Danny Susanto diterbitkan  PT Gramedia Pustaka Utama pada  tahun 2008  dengan tebal 424 halaman berjumlah 118 puisi.


 Sumber Data dan Data Penelitian
      Sumber data adalah sesuatu yang menjadi sumber untuk memperoleh sebuah data. Sumber data penelitian dalam kajian ini adalah berupa puisi –puisi yang terdapat dalam Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia Antologia de poeticas  puisi yang diteliti sebanyak 25 puisi 30% dari  jumlah keseluruhan118 puisi. Berikut puisi-puisi yang dijadikan objek penelitian.
No
Judul
Pengarang
Hlm
1
Rubayat
Hamzah Fansuri
165
2
Indonesia Tanah Tumpah Darahku
Muhammad Yamin
177
3
Bulan
Restam Efendi
183
4
Menuju Ke laut
Sutan Takdir Alisjahbana
188
5
Cinta
Amir Hamzah
190
6
Derai-derai Cemara
Chairil Anwar
192
7
Silsilah
Sitor Situmorang
196
8
Surat Dari Ibu
Asrul Sani
198
9
Mata Penyair
Subagio Sastrowardjojo
200
10
Ibu Kota Senja
Toto Sudarto Bachtiar
206
11
Dengan puisi, Aku
Taufiq Ismail
216
12
Stanza
Rendra
218
13
Mimpi Kita Siang
Ajip Rosidi
220
14
Aku Ingin
Sapardi Djoko Damono
223
15
Duka
Ibrahim Sattah
224
16
Doa
Abdul Hadi WM
231
17
Malam Taman Sari
Suminto A. Sayuti
234
18
Warisan Kita
Afrizal Malna
236
19
Cipasung
Acep Zamzam Noor
244
20
Kampung Halaman
Taufik Ikram Jamil
258
21
Indonesia Suatu Hari
Dorothea Rosa Herliany
260
22
Kenang Kenangan
Cecep Syamsul Hari
278
23
Jejak
Jamal D Rahman
282
24
Hikayat Perahu Sampan
Amien Wangsitalaja
296
25
Mantera
Sutardji Calzoum Bachri
302
                 Data dapat diartikan sebagai bahan mentah yang diperoleh peneliti dari penelitiannya, bisa berupa fakta maupun keterangan yang dapat digunakan sebagai dasar analisis. Data dapat berfungsi sebagai bukti penunjuk tentang adanya sesuatu. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah berupa kutipan-kutipan hasil dari  pembacaan heuristik dan hermenuetik yang dijadikan sebagai ukuran dalam mengembangkan pengertian dan memberikan makna terhadap puisi-puisi  yang terdapat dalam Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia (Antologia depoeticas). Adapun data-data itu meliputi:
a.       data dari hasil pembacaan heuristik dan hermenuetik
b.      data dari penyimpangan arti
c.       data dari penggantian arti
d.      data dari penciptaan arti
e.       data dari matrik dan model
f.       data dari hipogram
g.      data nilai pendidikan karakter berdasarkan analisis semiotik
3.3  Teknik Pengumpulan Data
     Dalam penelitian ilmiah, pengumpulan data sangat penting karena hasil penelitian bergantung pada teknik pengumpulan data. untuk memperoleh data, peneliti menggun beberapa macam metode, yaitu:
a.    Metode Dokumentasi
     Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang efektif untuk menjaring data yang akurat Arikunto (2011:274). Pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data yang dapat digunakan untuk penelitian, untuk itu digunakan ketelitian dan pengetahuan yang cukup tentang masalah  diteliti agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan valid. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yaitu mencari  data yang berhubungan dengan aspek yang diteliti dari berbagai sumber bacaan dan benda-benda mati.
b.    Metode Batat
     Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat pada kartu data. Data-data yang diperoleh dari pembacaan heuristik dan hermeneutik tentang situasi-situasi dan kejadian-kejadian yang menyangkut masalah nilai karakter, fenomena sosial kemudian dicatat pada kartu data.
c.    Metode Deskripsi
     Metode yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang telah diperoleh, data-data yang berguna dicatat dalam kartu data. Dalam penelitian ini metode deskripsi digunakan untuk mendeskripsikan data-data dalam Kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia Antologia de Poeticas  yang sesuai dengan tujuan penelitian
3.4  Teknik Analisis Data
       Analisis data adalah puncak penelitian (Endraswara, 2011:112). Titik kulminasi  sukses atau gagal tergantung pengimplementasian teori dalam tumpukan data yang telah diklasisfikasi sesuai dengan tujuan penelitian yakni untuk mendeskripsikan secara interpretatif  kumpulan puisi Indonesia, Portugal, Malaysia Antologia de Poeticas . Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode deskriptif interpretasi dengan cara sebagai berikut:
1.      Pembacaan  terhadap   objek penelitian  secara cermat dan berulang-ulang sesuai dengan teori Riffatere yakni pembacaan heuristik dan hermenuetik.  Membaca karya sastra sebagaimana yang dikemuk oleh Riffaterre (Jabrohim, 2001:12), “dimulai dengan langkah-langkah heuristik, yaitu pembacaan dengan jalan meniti tataran gramatikalnya dari segi mimetisnya dan dilanjutkan dengan pembacaan retroaktif, sebagaimana yang terjadi pada metode hermeneutik untuk menangkap maknanya.”  
Hermeneutika yang pada awalnya digunakan untuk memahami agama, maka metode ini dianggap tepat untuk memahami karya sastra. “Karena selain menggun bahasa sebagai mediumnya, sastra merupakan kebenaran imajinasi. Sedangkan agama adalah kebenaran keyakinan. Keyakinan dan imajinasi tersebut, keduanya tidak dapat dibuktikan, melainkan harus ditafsirkan.” (Ratna, 2004:46)
2.      Menganalisis data yang sudah terkumpul dan mengkorelasikan dengan kajian dan teori-teori yang disusun dalam landasan teori. Pengkorelasian tersebut dilaksanakan dengan membahas atau memberikan jawaban atas pertanyaan dari rumusan masalah.
3.      Merumuskan hasil penelitian secara sistematis sesuai dengan kriteria penulisan ilmiah dengan memberikan simpulan, kemudian tahap akhir adalah penyajian dari hasil penelitian.
Instrumen Penelitan
             Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen pengumpul data dan isntrumen analisis data. Instrumen pengumpul data adalah peneliti sendiri selaku instrumen utama, yaitu dengan cara mendata kata-kata, kelompok kata, atau kalimat-kalimat yang mengindikasikan nilai karakter, penggantian arti, penyimpangan arti, penciptaan arti, matrix, model dan hipogram. Indikator untuk menentukan ada tidaknya nilai pendidikan karakter dalam puisi dilihat dari diksi, citraan, imaji, nonsen, enjambemen, homologue, tipografi serta simbol-simbol berupa nama benda, tempat, situasi, kondisi, yang sesuai dengan suatu nilai pendidikan karakter. 
Prosedur Penelitian
             Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu : (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap penyelesaian. Tahap persiapan meliputi : (a) pemilihan dan pemantapan judul, (b) pengadaan studi pustaka, (c) penyusunan metodologi penelitian. Tahap pelaksanaan meliputi : (a) pengumpulan data, (b) menganalisis data, (c) menyimpulkan hasil penelitian, serta tahap penyelesaian meliputi a) penyusunan laporan penelitian, (b) pengadaan revisi laporan,  (c) penggandaan laporan penelitian